Senin, 30 November 2015

aliran dalam filsafat



10 aliran dalam filsafat :
  1. Rasionalisme, merupakan aliran filsafat yang sangat mementingkan rasio. Dalam rasio terdapat ide-ide dan dengan itu orang dapat membangun suatu ilmu pengetahuan tanpa menghiraukan realitas di luar rasio.
  2. Empirisme, aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
  3. Kritisisme, merupakan aliran filsafat yang menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Oleh karena itu, kritisisme sangat berbeda corak dengan rasionalisme yang mempercayai kemampuan rasio secara mutlak.
  4. Idealisme, adalah aliran filsafat yang menganggap bahwa realitas ini terdiri dari ide-ide, pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan kekuatan.
  5. Positivisme. Positivisme berasal dari kata “positif”, yang artinya dengan faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta-fakta, menyelidiki fakta-fakta dan hubungan yang terdapat antara fakta-fakta. Pengetahuan tidak boleh melebihi fakta. Positivisme hanya, mengandalkan fakta-fakta belaka bukan berdasarkan pengalaman, seperti empirisme.
  6. Naturalisme, merupakan paham yang berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya.
  7. Materialisme, merupakan aliran yang menganggap bahwa dunia ini tidak ada selain materi atau nature (alam) dan dunia fisik adalah satu. Faham materialisme ini tidak memerlukan dalil-dalil yang muluk-muluk dan abstrak, juga teorinya jelas berpegang pada kenyataan-kenyataan yang jelas dan mudah dimengerti.
  8. Intusionalisme, adalah suatu aliran atau faham yang menganggap bahwa intuisi (naluri/perasaan) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Intuisi termasuk salah satu kegiatan berfikir yang tidak didasarkan pada penalaran dan tidak bercampur aduk dengan perasaan.
  9. Fenomenalisme, adalah aliran atau faham yang menganggap bahwa Fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Seorang Fenomenalisme suka melihat gejala, berbeda dengan seorang ahli ilmu positif yang mengumpulkan data, mencari korelasi dan fungsi, serta membuat hukum-hukum dan teori. Fenomenalisme bergerak di bidang yang pasti.
  10. Sekularisme, merupakan suatu proses pembebasan manusia dalam berpikirnya dan dalam berbagai aspek kebudayaan dari segala yang bersifat keagamaan dan metafisika, sehingga bersifat duniawi belaka. Sekularisme bertujuan memberi interpretasi atau pengertian terhadap kehidupan manusia tanpa percaya kepada Tuhan, kitab suci dan hari kemudian.
Dari bermacam aliran filsafat diatas, yang berpengaruh akan perkembangan ilmu pengetahuan yang menjadi ciri terbentuknya masyarakat modern adalah Rasionalisme. Aliran ini mengutamakan daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran.

makanan khas menes



Balok

Kue Balok adalah khas makanan dari Menes, sebuah kecamatan di Kabupaten Pandeglang Banten. Kue Balok adalah sejenis makanan yang terbuat dari singkong, berbentuk segi empat layaknya kotak, dan berwarna putih. Lembek bila disentuh dan kenyal bila sudah berada di mulut. Itulah kue Balok.
Yang unik dan khas dari makanan ini adalah penambahan dua bumbu yaitu bawang goreng yang dicampur sejenis minyak, diolesi tepat diatas potongan balok ini, tak lupa ditambah serundeng diatasnya.

filsafat menurut para ahli



Pengertian Filsafat Menurut para Ahli: 
  • Harold H. Titus : Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yg biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yg dijunjung tinggi;
  • Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yg menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
  • Prof. Dr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
  • Prof. Dr. Ismaun, M.Pd: Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yg hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yg sejati.
  • Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yg berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi, filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yg pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.
  • Pudjo Sumedi AS., Drs.,M.Ed. & Mustakim, S.Pd.,MM: Istilah dari filsafat berasal bahasa Yunani: ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti: ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.
  • Plato: Filsafat adalah pengetahuan yg berminat mencapai pengetahuan kebenaran yg asli.
  • Aristoteles: Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yg meliputi kebenaran yg terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
  • Al Farabi: Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yg sebenarnya.
  • Cicero: Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
  • Johann Gotlich Fickte: Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yg jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
  • Paul Nartorp: Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yg sama, yg memikul sekaliannya .
  • Imanuel Kant: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yge menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yg didalamnya tercakup empat persoalan, yakni: Apakah yg dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika ); Apakah yg seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika ); Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama ); Apakah yg dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )
  • Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yg dijadikan objeknya dari sudut intinya yg mutlak, yg tetap tidak berubah , yg disebut hakekat.
  • Driyakarya: Filsafat sebagai perenungan yg sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yg sedalam-dalamnya sampai “mengapa yg penghabisan “.
  • Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yg di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.

karang bolong




BATU GOONG
Pada zaman dahulu Batu Goong yang terletak di bukit Kaduguling, adalah tempat pertemuan para biksu masa itu, terlihat dari bentuk batu di sekitar batu yang menyerupai gong seperti kursi-kursi kecil .
Pada masanya Kaduguling adalah sebuah desa kecil yang penduduknya mayoritas beragama Budha  dan Batu Goong ini dijadikan sebagai pusat peribadatan dan penyembahan. Tepat dibawah Kaduguling ada kolam mata air yang mengalir deras, yang dinamakan kolam suci, yang sekarang berganti nama menjadi Citaman untuk mereka mensucikan diri .
Suatu ketika ada 5 kesatria (yang penduduk sekitar tidak tahu nama-nama kesatria itu sendiri terkecuali Syech Dalem Tuha) mendatangi daerah Kaduguling ini, dengan tujuan untuk menyebarkan ajaranj Allah SWT dan Nabi besar Muhammad SAW . kedatangan mereka ternyata diketehui biksu lalu biksu mengundang  mereka untuk datang ke batu goong ini dan berbicara tentang ajaran yang syech dalem tuha bawa, semakin lama perbincangan mereka semakin panas para biksu membuka kitab mengungkap kebenaran menuju surga, syech dalem tuha bersama empat kesatria lain menimpali berdasarkan hadist dan Al-Quran lalu menggambarkan kesejajaran hidup didunia dan juga dihadapan sang Khalik . Setelah sepuluh purnama syech dalem tuha bersama empat kesatria lain berada di kaduguling, ternyata usaha mereka tidak sia-sia pada akhirnya banyak penduduk sekitar yang memeluk agama islam, lalu meninggalkan kaduguling .
Pada masa kini batu goong unuk sebagian orang dipercayai sebagai tempat yang membawa keberkahan, tak jarang pada malam tertentu untuk sebagian orang itu datang ke batu goong dan melakukan ritual, mendatangi batu goong, makam syech dalem tuha, dan pemandian citaman untuk maksud maksed tertentu.
Citaman dan batu goong terletak di kampung Cigadung, Desa Sukasari, Kec. Pulosari, Kab. Pandeglang Provinsi Banten. Pada zaman dahulu Batu Goong yang terletak di bukit Kaduguling, adalah tempat pertemuan para biksu masa itu, terlihat dari bentuk batu di sekitar batu yang menyerupai gong seperti kursi-kursi kecil .
Pada masanya Kaduguling adalah sebuah desa kecil yang penduduknya mayoritas beragama Budha  dan Batu Goong ini dijadikan sebagai pusat peribadatan dan penyembahan. Tepat dibawah Kaduguling ada kolam mata air yang mengalir deras, yang dinamakan kolam suci, yang sekarang berganti nama menjadi Citaman untuk mereka mensucikan diri .
Suatu ketika ada 5 kesatria (yang penduduk sekitar tidak tahu nama-nama kesatria itu sendiri terkecuali Syech Dalem Tuha) mendatangi daerah Kaduguling ini, dengan tujuan untuk menyebarkan ajaranj Allah SWT dan Nabi besar Muhammad SAW . kedatangan mereka ternyata diketehui biksu lalu biksu mengundang  mereka untuk datang ke batu goong ini dan berbicara tentang ajaran yang syech dalem tuha bawa, semakin lama perbincangan mereka semakin panas para biksu membuka kitab mengungkap kebenaran menuju surga, syech dalem tuha bersama empat kesatria lain menimpali berdasarkan hadist dan Al-Quran lalu menggambarkan kesejajaran hidup didunia dan juga dihadapan sang Khalik . Setelah sepuluh purnama syech dalem tuha bersama empat kesatria lain berada di kaduguling, ternyata usaha mereka tidak sia-sia pada akhirnya banyak penduduk sekitar yang memeluk agama islam, lalu meninggalkan kaduguling .
Pada masa kini batu goong unuk sebagian orang dipercayai sebagai tempat yang membawa keberkahan, tak jarang pada malam tertentu untuk sebagian orang itu datang ke batu goong dan melakukan ritual, mendatangi batu goong, makam syech dalem tuha, dan pemandian citaman untuk maksud maksed tertentu.
Citaman dan batu goong terletak di kampung Cigadung, Desa Sukasari, Kec. Pulosari, Kab. Pandeglang Provinsi Banten. Pada zaman dahulu Batu Goong yang terletak di bukit Kaduguling, adalah tempat pertemuan para biksu masa itu, terlihat dari bentuk batu di sekitar batu yang menyerupai gong seperti kursi-kursi kecil .
Pada masanya Kaduguling adalah sebuah desa kecil yang penduduknya mayoritas beragama Budha  dan Batu Goong ini dijadikan sebagai pusat peribadatan dan penyembahan. Tepat dibawah Kaduguling ada kolam mata air yang mengalir deras, yang dinamakan kolam suci, yang sekarang berganti nama menjadi Citaman untuk mereka mensucikan diri .
Suatu ketika ada 5 kesatria (yang penduduk sekitar tidak tahu nama-nama kesatria itu sendiri terkecuali Syech Dalem Tuha) mendatangi daerah Kaduguling ini, dengan tujuan untuk menyebarkan ajaranj Allah SWT dan Nabi besar Muhammad SAW . kedatangan mereka ternyata diketehui biksu lalu biksu mengundang  mereka untuk datang ke batu goong ini dan berbicara tentang ajaran yang syech dalem tuha bawa, semakin lama perbincangan mereka semakin panas para biksu membuka kitab mengungkap kebenaran menuju surga, syech dalem tuha bersama empat kesatria lain menimpali berdasarkan hadist dan Al-Quran lalu menggambarkan kesejajaran hidup didunia dan juga dihadapan sang Khalik . Setelah sepuluh purnama syech dalem tuha bersama empat kesatria lain berada di kaduguling, ternyata usaha mereka tidak sia-sia pada akhirnya banyak penduduk sekitar yang memeluk agama islam, lalu meninggalkan kaduguling .
Pada masa kini batu goong unuk sebagian orang dipercayai sebagai tempat yang membawa keberkahan, tak jarang pada malam tertentu untuk sebagian orang itu datang ke batu goong dan melakukan ritual, mendatangi batu goong, makam syech dalem tuha, dan pemandian citaman untuk maksud maksed tertentu. Citaman dan batu goong terletak di kampung Cigadung, Desa Sukasari, Kec. Pulosari, Kab. Pandeglang Provinsi Banten.